Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Energi Terbarukan

0
114
views

JABARTERKINI.COM, Purwakarta – Asosiasi Pengumpul Minyak Jelantah Indonesia (Apjeti) DPD Purwakarta memberikan himbauan supaya minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai tidak dibuang begitu saja atau dijual ke sembarang orang.

Sampat saat ini tak sedikit masyarakat yang kebingungan membuang minyak goreng bekas pakai. Lantas akhirnya terdapat dua pilihan. Membuang minyak jelantah dan menjual minyak bekas penggorengan itu. Kedua opsi tersebut mempunyai resiko masing-masing.

“Membuang minyak jelantah ke alam jadi pencemaran lingkungan. Ke tanah misalnya, kimianya tidak terurai. Menjual ke sembarang orang, minyak jelantah disalah gunakan dengan didaur ulang kembali padahal itu tindak pidana. Makanya kami minta agar tidak dibuang atau dijual ke sembarang orang,” ujar Tatang di temui di kawasan Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Rabu (13/9).

Ia mengatakan, selama ini, banyak penjual gorengan menjual minyak bekas itu ke orang tak dikenal dengan alasan untuk membuat bio diesel. Harganya pun cukup fantastis.

“Saya sering advokasi, penjual gorengan misalnya. Saya tanya minyak jelantahnya dikemanakan, ada yang dijual, apa ada jaminan pembeli minyak jelantahnya tidak disalahgunakan untuk didaur ulang kemudian dijual lagi,” ujar Tatang.

Ia menyebut, tahun lalu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPM) menyita jerigen berisi minyak jelantah di Kabupaten Sumedang yang rencananya akan dijual kembali.

“Faktanya demikian, di Sumedang pernah terungkap penyalahgunaan minyak jelantah. Padahal minyak jelantah hanya bisa digunakan untuk satu hingga dua kali penggorengan,” katanya.

Pihaknya di Apjeti Purwakarta siap menampung minyak jelantah untuk kemudian didaur ulang jadi energi terbarukan.

“Kami tampung minyak jelantah untuk didaur ulang tapi bukan untuk jadi penggorengan lagi, tapi untuk didaur ulang jadi energi terbarukan,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here