Indahnya Pemandangan Puncak Curug Awang Sukabumi

0
256
views

JABARTERKINI.COM, Sukabumi – Ketika aliran Sungai Ciletuh tak terlalu deras, aliran air akan terkumpul dan terjun di ujung kanan Curug Awang. Para pengunjung dapat berjalan di bagian puncak Curug Awang yang kering di sebelah kirinya.

Pengunjung dapat menikmati pemandangan undakan sawah, hamparan kebun, hutan, dan sungai berbatu di bawahnya yang mengalir ke Samudra Hindia melalui Teluk Ciletuh. Warga sekitar mengungkapkan pengunjung yang berwisata ke Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi wajib melihat Curug Awang.

Tidak hanya pemandangan Curug Awang yang menakjubkan dan sangat bersejarah, di kawasan yang tersebut wisatawan juga bisa mengunjungi Curug Tengah dan Curug Puncak Manik.

Curug Awang ini akan dengan mudah dicapai jika pengunjung ditemani pemandu atau dengan bantuan anggota Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI). PAPSI memiliki kantor, museum, dan information centre di Jalan Tamanjaya.

Lokasinya berseberangan dengan Sky Deck Amfiteater Ciletuh, lokasi puncak untuk menikmati pemandangan Ciletuh dari atas Amfiteater Ciletuh. Dari Kantor PAPSI, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 20 menit menuju jalan masuk Curug Awang.

Untuk mencapainya, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak, tidak sampai sepanjang satu kilometer. Jika beruntung, wisatawan akan menemui perajin gula kelapa yang sedang membuat gula kelapa di perjalanan menuju curug.

Tiga Cara menikmati Curug Awang

Ada sejumlah cara untuk menikmati pemandangan Curug Awang. Pertama, pengunjung dapat menikmatinya dari dasar curug, yakni dengan mengambil jalan setapak yang menurun menuju dasar curug.

Dengan jalur ini, wisatawan dapat berjalan di atas bebatuan sungai sambil menikmati pemandangan curug dan tebing bebatuan berwarna kecoklatan berusia puluhan juta tahun. Pengunjung pun akan terkena cipratan air terjun tersebut di sini.

Cara menikmati Curug Awang yang kedua adalah dari kejauhan, prespektifnya sejajar dengan bagian tengah dan atas curug. Cara ini dapat dinikmati dalam perjalanan menuju dasar curug maupun puncaknya sedangkan cara ketiga adalah menikmati Curug Awang dari bagian puncaknya. Curug Awang sendiri memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan lebar sekitar 100 meter.

Dari ujung ke ujung lainnya, puncak curug ini terlihat lurus dan rapi, terdiri atas susunan bebatuan berwarna hitam dan coklat. Karena permukaan puncaknya yang cukup rata, wisatawan dapat berjalan dengan mudah di atas puncaknya yang kering.

“Kalau musim hujan, semua puncaknya dari ujung ke ujung, penuh dialiri air, jadi mirip Air Terjun Niagara. Tapi kalau debitnya turun pada musim kemarau, airnya hanya meluncur di pojok kanan. Tapi bagusnya, kalau musim kemarau, pengunjung bisa berjalan di puncak curugnya karena kering,” kata anggota PAPSI, Nurjaman, di Curug Awang.

Nurjaman mengungkapkan air terjun ini dinamakan awang yang berarti langit, karena pada musim hujan, jika dilihat dari dasar air terjun, air terlihat mengucur langsung dari langit. Hal ini disebabkan air dengan penuh menutupi tebingnya, sehingga lebih terlihat seperti pancuran langsung dari langit daripada sebuah curug.

Dari puncak Curug Awang, pengunjung dapat menyaksikan aliran Sungai Ciletuh, baik sebelum terjunnya, maupun setelah terjun dari curug. Dari puncaknya ini pun, pengunjung dapat menyaksikan hamparan kebun dan sawah berundak-undak yang mengapit Sungai Ciletuh, sebelum menyatu dengan Samudra Hindia.

Berfoto dari puncak air terjun, menjadi keunikan tersendiri saat mengunjungi Curug Awang di musim kemarau. Setelahnya, pengunjung dapat menjumpai Curug Puncak Manik dan Curug Tengah di hilir Curug Awang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here